Oleh karenanya, ia mengatakan, ketika ada konsumen yang mengaku mendapatkan hasil berbeda setelah menggunakan produk Teratu, Alifah memilih untuk tidak menganggap pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang salah.

"Kalau aku bikin konten tentang Teratu, terus tiba-tiba ada yang bilang, aku hasilnya nggak kayak gitu, ya sebenarnya enggak apa-apa," kata Alifah.

Ia menjelaskan, apa yang ia sampaikan kepada audiens merupakan pengalaman pribadi setelah menggunakan produk tersebut. Ia merasa cocok dengan produknya, sehingga kemudian memutuskan untuk menjualnya kepada konsumen.

"Berdasarkan apa yang aku rasakan. Karena di aku cocok, makanya aku jual. Tapi ini bisa berbeda di kondisi kulit orang lain," jelasnya.

Menurut Alifah, perbedaan hasil pemakaian justru menjadi bagian yang perlu dibicarakan dengan konsumen. Pemahaman atas kondisi kulit masing-masing jadi hal yang perlu terus diedukasi.

"Terutama untuk yang pemula di bidang beauty itu, harus diedukasinya lebih daripada yang lain. Karena hal seperti cuaca dan udara saja bisa berpengaruh dengan pemakaian produk," paparnya.

Ia mencontohkan pengalamannya sendiri saat berada di Bali. Meski produk skincare yang digunakan sama, kondisi kulitnya justru bisa berubah ketika berada di lingkungan yang berbeda.

"Untuk yang di Bandung dan di Surabaya misalnya, (hasil pemakaian produk) bisa saja berbeda. Aku pun kalau datang ke Bali selalu breakout. Karena kenapa? Karena pengaruh udara atau karena air," katanya.

Pengalaman tersebut membuat Alifah melihat bahwa konsumen perlu memahami kulitnya sendiri sebelum menilai apakah sebuah produk cocok atau tidak. Dengan begitu, penggunaan skincare bisa dilakukan dengan lebih tepat sasaran.