Di sela kesibukannya berpeluh keringat, Soleh masih menyisihkan waktu untuk mengabdi pada masyarakat. Selama puluhan tahun, ia setia mengajar ngaji anak-anak di desanya tanpa mengharap imbalan materi sepeser pun. Baginya, berbagi ilmu adalah cara untuk menjemput keberkahan hidup.

"Ilmu kan harus bermanfaat, harus dikembangkan supaya dapat berkah ilmunya gitu. Kalau saya tidak mengharapkan apa-apa lah, yang penting saya bisa mengajar anak-anak. Alhamdulillah sampai se-usia saya, saya tidak pernah pakai kacamata. Ngaji anak-anak masih lancar, masih bener," tutur Soleh.

Ketulusan hati Soleh sempat membawanya masuk dalam nominasi Puncak Pangajen Rakyat Pinunjul yang digelar oleh Warung Rakyat. Meski tidak keluar sebagai pemenang utama, hal itu tak sedikit pun mengurangi rasa syukurnya. Di tahun 2026 ini, Soleh tetaplah sosok yang sama; seorang ayah yang menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan, kedamaian hati, dan keberhasilan anak-anaknya.

"Harapan saya, kalau saya masih sehat, insyaAllah saya akan bekerja semangat untuk menghidupi keluarga. Harapan saya anak-anak cepat sukses. Bapak sekolahnya SD tapi pendidikan anak harus lebih baik," pungkas Soleh.