NADIKABAR.COM — Di kaki Gunung Welirang, pada ketinggian 800 sampai 1.000 meter di atas permukaan laut, terhampar Desa Ketapanrame. Desa ini berada di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Luas wilayahnya sekitar 345 hektare, dengan populasi lebih dari 5.400 jiwa. Warganya tersebar di tiga dusun, yaitu Ketapanrame, Sukorame, dan Slepi. Kini, desa ini dikenal luas sebagai contoh nyata bagaimana potensi lokal bisa diubah menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat.
Perjalanan Ketapanrame bersama Astra dimulai dari program Kampung Berseri Astra (KBA), inisiatif tanggung jawab sosial PT Astra International Tbk yang mengintegrasikan empat pilar kontribusi sosial berkelanjutan, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Desa ini kemudian melangkah lebih jauh dengan masuk ke program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada 2021, setelah bersaing dengan sekitar 750 desa dari berbagai penjuru Indonesia dalam festival KBA-DSA akhir 2020.
Dari Tanah Kas Desa Jadi Ladang Rezeki
Kunci keberhasilan Ketapanrame ada pada pemanfaatan aset desa yang tadinya kurang optimal, terutama tanah kas desa. Pembangunan pariwisata di sini dirintis sejak 2017, digerakkan oleh Kepala Desa Ketapanrame Zainul Arifin yang menjabat sejak 2006 dan sudah mengantongi lebih dari 20 penghargaan.
"Semua pencapaian itu kita upayakan melalui BUMDes yang aktif sebagai penggerak ekonomi desa," kata Zainul dalam keterangan resmi.