Selain lewat pendampingan Astra, Ketapanrame juga menyandang sejumlah predikat dari lembaga lain berkat pengelolaannya yang konsisten. Pada 2020, BUMDes Ketapanrame meraih penghargaan BUMDes terbaik di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Desa ini juga menyandang predikat runner-up Desa Brilian 2021, program inkubasi desa dari BRI yang berjalan terpisah dari DSA Astra namun menunjukkan bahwa Ketapanrame menarik pendampingan dari berbagai pihak. Puncaknya, pada 2023, Ketapanrame dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan kunjungan sekitar seribu wisatawan setiap akhir pekan.
Penghargaan Langsung dari Tangan Presiden
Konsistensi Zainul Arifin membuahkan pengakuan tertinggi di tingkat nasional. Pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI, ia menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, berdampingan dengan Nur Ahmadi, penggerak DSA Wukirsari, Bantul, Yogyakarta, yang mengembangkan Batik Tulis Giriloyo dan membawa Wukirsari meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini sebagai bukti bahwa pendampingan Astra sejak 2023 mampu memperkuat pariwisata berbasis komunitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.
"Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi," tutur Boy.