Saat ini ada tiga destinasi wisata alam andalan, yaitu Air Terjun Dlundung dengan tinggi sekitar 60 meter dan kolam alami di bawahnya, Wisata Sawah Sumber Gempong yang menyuguhkan persawahan asri dengan mata air jernih, wahana bermain anak, area berkuda, dan camping ground, serta kebun kopi yang dipadukan dengan wisata jelajah hutan. Ada pula dua destinasi buatan, Taman Ghanjaran yang dibangun di atas tanah bengkok atau tanah ganjaran kini berisi wisata kuliner, kolam renang, dan taman bunga, serta Taman Kelinci sebagai pelengkap destinasi di Deta Ketapanrame.
Desa ini juga menghidupkan wisata budaya, mulai dari Tari Mayang Rontek dan Bedoyo Putri Mojosakti, hingga kesenian bantengan, pencak silat, tari jaranan, barong, dan ganongan. Untuk wisata edukasi, pengunjung bisa mencoba tanam padi, petik jeruk Nagami, petik kopi Banggoel, sampai belajar produksi jamu, kerupuk samiler, tape, dan onde-onde. Semua ini dikelola oleh BUMDes Mutiara Welirang, dengan warga terlibat langsung dalam pengelolaan destinasi, wahana, hingga parkir.
Total pendapatan Desa Ketapanrame mencapai Rp 3,021 miliar, dengan Rp 530 juta di antaranya berasal dari hasil usaha desa. Pada 2023, sebanyak 900 dari 1.800 rumah tangga di desa ini terlibat langsung di sektor pariwisata. Rinciannya, 533 rumah tangga menyumbang modal untuk BUMDes, lebih dari 100 rumah tangga menjadi petugas parkir, sekitar 150 rumah tangga berdagang, 50 rumah tangga menjadi pegawai atau pengelola wisata, dan 30 rumah tangga menjadi pemilik lahan objek wisata.
Dari sisi penghasilan, pemilik lahan mendapat bagi hasil 10 persen dari tiket masuk dengan tambahan penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan. Pedagang bisa meraup Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per bulan, petugas parkir memperoleh Rp 75 ribu sampai Rp 150 ribu per hari, dan pegawai objek wisata digaji Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta per bulan. Manfaat ini juga menular ke warga sekitar Kecamatan Trawas yang membuka warung kopi, toko oleh-oleh, kafe, dan rumah makan di sepanjang jalur wisata.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, sempat berkunjung ke desa ini dan menilai kunci keberhasilan Ketapanrame ada pada partisipasi warganya sendiri.
"Kunci pemberdayaan adalah keterlibatan aktif dari masyarakat," kata Muhaimin.