"Saya juga tugas untuk menanam terus pemeliharaan di Batu Sepur yang bekas tambang Galian C. Di sana ada 27 orang yang mengurus. Program Dedi Mulyadi tuh untuk tahun sekarang itu 13 hektar. Ada upahnya," tutur Itok.

Meski kini pendapatannya tidak lagi sebesar dulu, Itok tidak masalah. Baginya menjaga hutan sudah seperti ibadah. Ia percaya, jika alam dijaga, rezeki juga akan mengikuti. Ia juga berharap, semoga wisata Batu Luhur yang dulu pernah berjaya bisa bangkit kembali.

"Kalau kita cuma mikirin ini makanan dan minuman kejual, ya mana bisa makan sih dari situ. Niat kita kan yang penting ibadah dulu. Nah, setelah ibadah, rezekinya kan mengikut. Saya sih harapannya pengen maju. Cuma kita kan kalau ditanggung sendiri sama kelompok sendiri tetap nggak bisa. Di samping pengen maju itu harus ada modal," pungkas Itok.