"Meskipun jaringan tersebut tidak dilindungi secara kriogenik, Anda masih bisa melihat inti selnya, Anda masih bisa melihat sel-sel utuh," ujarnya.

Temuan tersebut membuka peluang bagi peneliti untuk mengambil materi genetik dari sel yang sudah mati. Lazarus Project kemudian menggunakan teknik somatic cell nuclear transfer (SCNT).

Secara sederhana, SCNT memindahkan inti sel dari katak yang telah punah ke dalam sel telur katak lain yang intinya sudah dinonaktifkan.

Dalam eksperimen tersebut, peneliti menggunakan telur great barred frog (Mixophyes fasciolatus), spesies yang masih hidup.

Peneliti tidak bertujuan menghasilkan hibrida biasa. Mereka ingin mengetahui apakah inti sel dari spesies yang telah punah masih menyimpan informasi genetik yang cukup untuk mengarahkan perkembangan embrio.

Hasil eksperimen menunjukkan perkembangan yang menarik.

Beberapa sel telur hasil rekonstruksi mulai membelah dan berkembang hingga mencapai tahap embrio awal berupa kumpulan kecil sel hidup.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa materi genetik katak yang telah mati puluhan tahun sebelumnya masih mampu menjalankan sebagian proses biologis ketika peneliti menempatkannya dalam lingkungan sel telur yang sesuai.

Namun, Lazarus Project belum berhasil menghasilkan Rheobatrachus silus hidup.

Eksperimen hanya menghasilkan embrio pada tahap awal. Embrio tersebut tidak berkembang menjadi katak yang dapat hidup mandiri.

Karena itu, istilah 'menghidupkan kembali' dalam konteks proyek ini perlu digunakan dengan hati-hati. Ilmuwan berhasil mengaktifkan kembali materi genetik spesies yang telah punah dalam eksperimen sel, tetapi belum mengembalikan spesies tersebut ke alam.

Eksperimen tersebut memberikan gambaran mengenai kemungkinan teknologi de-extinction. Materi genetik spesies yang telah punah tidak selalu langsung kehilangan seluruh potensinya setelah organisme mati.

Jika peneliti menyimpan jaringan dalam kondisi tertentu, sebagian informasi genetik dan struktur sel dapat bertahan cukup lama untuk dipelajari atau digunakan dalam eksperimen biologi reproduksi.

Temuan itu juga menunjukkan pentingnya bank jaringan dalam konservasi. Berbagai kebun binatang, museum, dan lembaga penelitian menyimpan sel atau jaringan spesies yang terancam punah.