Koleksi tersebut dapat menjadi cadangan genetik jika suatu saat populasi suatu spesies benar-benar menghilang.

Penyebab pasti kepunahan Rheobatrachus silus masih belum sepenuhnya diketahui.

Spesies tersebut memiliki wilayah persebaran yang sangat terbatas di Queensland, Australia. Populasinya mengalami penurunan drastis pada akhir 1970-an hingga akhirnya menghilang dari alam.

Sejumlah faktor pernah mendapat perhatian, termasuk perubahan habitat dan penyakit pada amfibi. Namun, penurunan populasi berlangsung cepat setelah ilmuwan menemukan spesies tersebut sehingga penyebab pastinya sulit dipastikan.

Kini, spesimen yang tersimpan di museum dan laboratorium menjadi satu-satunya jejak fisik yang tersisa dari Rheobatrachus silus.

Teknologi de-extinction terus berkembang. Namun, menghidupkan kembali spesies yang telah punah jauh lebih rumit daripada sekadar mendapatkan DNA.

Ilmuwan membutuhkan genom yang cukup lengkap, sel yang dapat digunakan, teknik reproduksi yang sesuai, serta induk pengganti yang kompatibel. Bahkan ketika embrio berhasil dibuat, ilmuwan masih menghadapi tantangan untuk membuatnya berkembang hingga dewasa dan menghasilkan keturunan.

Dalam kasus Rheobatrachus silus, tantangannya semakin rumit karena katak tersebut memiliki mekanisme reproduksi yang sangat spesifik.

Karena itu, katak yang dahulu dapat melahirkan anak melalui mulut belum benar-benar kembali.

Namun, eksperimen Lazarus Project menunjukkan temuan yang tidak kalah menarik. Inti sel katak yang telah mati selama puluhan tahun masih dapat digunakan untuk menghasilkan embrio pada tahap awal.

Dari spesimen beku yang berusia sekitar 40 tahun, ilmuwan mendapat kesempatan untuk mencoba membuka kembali pintu menuju spesies yang telah hilang.

Jika suatu hari teknologi benar-benar memungkinkan katak tersebut kembali hidup, tantangannya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghidupkannya kembali. Ilmuwan juga harus menghadapi pertanyaan berikutnya: di mana spesies itu harus hidup dan bagaimana memastikan populasinya dapat bertahan?

Baca berita selengkapnya di NadiKabar.