Setelah lulus, perjalanan tersebut berlanjut ke sejumlah agensi multinasional dan lokal. Ia pernah menjadi bagian dari BBDO, McCann Worldgroup, J. Walter Thompson (JWT), hingga Dentsu.

Selama berkarier, Ditra tak hanya mengasah kemampuan dan mengembangkan ide, namun juga berkesempatan mengerjakan karya-karya yang mendapat pengakuan di industri. Sejumlah karya dari berbagai brand global yang dikerjakannya bersama tim, berhasil memenangkan beberapa penghargaan advertising, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Kesempatan yang Datang Lewat Beasiswa

Perjalanan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan pendidikan yang pernah diterimanya.

Ketika kuliah di ITB, Ditra merupakan salah satu penerima beasiswa Tanoto Foundation.

Saat menjadi penerima beasiswa Tanoto Foundation, Ditra juga mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan pengembangan yang memungkinan dia memperoleh pengalaman baru di luar ruang kelas, sekaligus membantunya melihat lebih luas kemungkinan yang bisa dikembangkan selama masa kuliah.

Baginya, pengalaman semacam itu menjadi bagian dari bekal yang kemudian ia bawa ketika mulai memasuki dunia profesional.

Bagi Ditra, beasiswa tersebut memiliki arti yang sangat penting. Ayahnya telah meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMA dan ibunya kemudian menjadi orang tua tunggal.

Dukungan beasiswa tersebut menjadikan beban keluarga Ditra menjadi lebih ringan. Terlebih lagi, dia juga mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan membangun jejaring dengan penerima beasiswa lainnya.

"Saya ini tahu Tanoto Foundation itu rapi banget secara organisasi dan programnya. Saat pelatihan, kami juga bisa menjalin komunikasi dengan semua penerima beasiswa, termasuk dengan para alumni sehingga kami bisa membangun networking," kata Ditra.

Dari sinilah, ada satu hal yang terus muncul dalam perjalanan Ditra: kesempatan. Kesempatan untuk belajar serta bertemu orang baru. Termasuk, kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah dibayangkan.

Setelah sekitar 15 tahun berkarier di berbagai agensi advertising, Ditra mulai melihat persimpangan dalam perjalanan profesionalnya. Ia telah merasakan bekerja di sejumlah perusahaan, termasuk agensi multinasional, dan mencapai posisi yang membuatnya mulai membayangkan jenjang karier berikutnya.

Dia mengatakan, di tengah perjalanan tersebut, muncul pertanyaan dalam dirinya 'apakah ia ingin terus melanjutkan pola yang sama sebagai seorang karyawan, atau mencoba membangun sesuatu yang sepenuhnya dirancang sendiri?'

"Kalau saya lanjutkan sebagai karyawan di perusahaan agensi, nanti kayaknya bakal gitu-gitu saja. Terus akhirnya saya berpikir, kayaknya seru bikin sendiri," tuturnya.

Keputusan untuk mendirikan Animal3 Creative sekitar empat tahun lalu pun lebih banyak berangkat dari rasa ingin mencoba daripada sekadar mengejar posisi yang lebih tinggi. Menjadi pemilik agensi berarti Ditra harus keluar dari zona nyaman sebagai pekerja kreatif.

Ia tidak lagi hanya dituntut menghasilkan ide dan mengerjakan kampanye, tetapi juga belajar memahami sisi bisnis, mengelola tim, serta membangun sebuah organisasi dari awal.