Menjadi pendiri agensi tentu menghadirkan tantangan berbeda. Ia tidak lagi hanya memikirkan pekerjaan kreatif, tetapi juga harus memahami bisnis, mengelola orang, dan membangun organisasi.
Namun, pengalaman tersebut juga memperluas perspektifnya tentang industri kreatif.
Ditra semakin melihat bahwa industri advertising membutuhkan talenta dengan cara berpikir yang terbuka. Tidak harus berasal dari kota besar, tidak harus memiliki latar belakang tertentu, dan tidak harus sejak awal sudah mengetahui bahwa dirinya akan bekerja di industri kreatif.
Pandangan itu pula yang kemudian membawanya kembali kepada anak-anak SMA dan SMK.
Di tengah perjalanan, dia mengatakan semakin memahami terkait industri kreatif yang bertumpu pada manusia dan ide-ide yang mereka hasilkan. Karena itu, keberlangsungan industri tidak hanya membutuhkan perusahaan dan klien, tetapi juga talenta-talenta baru yang memiliki kesempatan untuk mengenal dan berkembang di dalamnya.
Dari situlah perhatiannya terhadap akses dan kesempatan bagi anak-anak muda semakin kuat. Ia melihat bahwa banyak talenta potensial mungkin belum pernah bersentuhan dengan industri kreatif hanya karena belum memiliki akses untuk mengenalnya.
Tidak harus berasal dari kota besar, tidak harus memiliki latar belakang tertentu, dan tidak harus sejak awal sudah mengetahui bahwa dirinya akan bekerja di industri kreatif.
Pemikiran tersebut kemudian membawanya melakukan sesuatu yang terasa personal membawa pengetahuan tentang advertising kepada anak-anak muda, termasuk mereka yang masih duduk di bangku SMA dan SMK.
Ditra mulai membuat program pengenalan advertising bagi pelajar, termasuk anak-anak SMA di Rembang.
Materinya tidak rumit. Ia memperkenalkan bagaimana sebuah industri advertising bekerja, bagaimana merek berkomunikasi, bagaimana memahami audiens, serta bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi kampanye.
Tujuannya bukan membuat semua peserta menjadi advertiser. Justru sebaliknya: Ditra ingin mereka mengetahui bahwa keterampilan kreatif dapat digunakan dalam banyak bidang.
"Bukan untuk selalu menjadi pekerja, tapi setidaknya saya ingin kasih informasi, lo bisa melakukan banyak hal nanti," katanya.
Bagi Ditra, pengetahuan tentang advertising juga bisa membantu anak muda memahami cara berkomunikasi, membangun usaha, membuat produk, maupun mengembangkan berbagai kegiatan kreatif.
Hal ini ia kemukakan karena kerap melihat ada anak-anak di daerah yang memiliki kemampuan kreatif, tetapi belum mengetahui bagaimana kemampuan tersebut dapat dikembangkan.
"Di situlah akses menjadi penting. Anak-anak yang sejak kecil tinggal di kota besar mungkin lebih mudah menemukan informasi mengenai sekolah desain, industri kreatif, agensi advertising, atau berbagai profesi baru. Sementara bagi anak di daerah, informasi itu bisa jadi belum pernah sampai," tutupnya.
Baginya, memperkenalkan advertising kepada siswa SMA dan SMK bukan hanya soal mencari calon talenta industri. Lebih jauh, ia ingin memperluas cara anak muda melihat masa depan.