Orang tua mereka telah tiada. Tidak ada lagi ayah dan ibu yang bisa menjadi tempat bergantung. Bagi Dewi, keadaan itu justru membuat tanggung jawab terhadap adiknya terasa semakin besar.
"Kalau bukan kita sebagai kakaknya, siapa lagi yang mengurus?" kata Dewi saat ditemui NadiKabar, Kamis (27/8/2026).
Setiap hari, Dewi datang membawa kebutuhan Abdul. Makanan, minuman, hingga rokok. Ia juga memandikan adiknya ketika Abdul bersedia mandi. Bahkan dalam hal-hal yang mungkin dianggap sederhana oleh orang lain, Dewi tetap hadir.
Abdul tidak selalu mau mengenakan pakaian setelah mandi. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin sulit dipahami. Namun Dewi memilih tidak memaksanya. Ia memahami bahwa menghadapi Abdul membutuhkan kesabaran yang panjang.
Puluhan tahun merawat anggota keluarga dengan kondisi seperti itu tentu bukan perkara ringan. Ada lelah, ada kekhawatiran, dan mungkin ada saat-saat ketika harapan terasa begitu tipis. Tetapi Dewi memilih bertahan.
Ketika ditanya apa yang membuatnya sanggup merawat Abdul selama bertahun-tahun, jawabannya justru sederhana.
"Peduli. Saya merasa kasihan sama dia," jawabnya.
Tidak ada rumus khusus. Tidak ada rahasia besar. Hanya kepedulian seorang kakak terhadap adiknya.