Perjuangan itu tentu membutuhkan biaya. Setiap kali membawa MZA ke Bandung, Ressa mengaku harus menyiapkan sekitar Rp1,5 juta untuk biaya operasional. Sementara pemeriksaan medisnya sendiri ditanggung BPJS.

"Setiap periksa ke Cicendo Rp1,5 juta mah ngeluarin. Berat ngeluarin operasionalnya. Pemeriksaan mah gratis. BPJS-nya alhamdulillah gratis," kata Ressa.

Ressa dan anaknya tercatat sebagai penerima BPJS PBI sejak awal. Untuk pemeriksaan rutin, keluarga juga mengandalkan pelayanan dari puskesmas yang datang memeriksa kondisi MZA.

"Kalau pemeriksaan rutin mah nggak ada. Paling dari puskesmas rutin sering ke sini periksa kesehatan si Dede," tuturnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, Ressa juga mengaku bingung dengan status data kesejahteraannya. Ia mengetahui dirinya masuk desil 8 setelah dicek dari handphone.

"Tapi nggak tahu kenapa saya masuk ke desil 8. Jarang ngecek. Nggak tahu dari kapannya. Saya juga tahu pas kemarin ngecek di HP," ungkapnya.

Ressa berharap kondisi tersebut bisa mendapat perhatian. Ia ingin memperoleh bantuan untuk meringankan beban keluarganya, terutama dalam merawat dan memenuhi kebutuhan anaknya.

"Ya harapannya desil bisa turun, supaya saya dapat bantuan juga," pungkas Ressa.