NADIKABAR.COM — Pertanian perkotaan terus berkembang sebagai alternatif pemanfaatan lahan terbatas di kawasan padat penduduk. Beragam tanaman pangan kini dapat dibudidayakan di area sempit, termasuk nanas. Di Kampung Nanas Seyegan, Sleman, nanas berukuran jumbo bahkan ditanam dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam.

Budidaya tersebut dikembangkan di Kampung Nanas Amargaluwih Jumbo yang berada di Padukuhan Barak, Kalurahan Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Di lokasi ini terdapat Jamal Farm yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Kampung Nanas dengan konsep edukasi pertanian.

Penggagasnya adalah Jamaludin Nur Ridho (25), petani muda sekaligus pemilik Jamal Farm. Sejak mulai mengembangkan Kampung Nanas pada 2020, Jamal terus melakukan berbagai inovasi. Salah satunya dengan membudidayakan nanas menggunakan galon bekas sebagai media tanam.

Tak tanggung-tanggung, Varietas nanas yang dikembangkan Jamal dengan media galon bekas ini adalah jenis nanas Smooth Cayenne Filipina. Jenis nanas ini mampu menghasilkan buah nanas jumbo dengan berat 2 hingga 5 kg

"Nanas ini bisa dikembangkan untuk urban farming atau dikembangkan dengan (metode) pertanian perkotaan, salah satunya dengan penanaman (media) galon," ujar Jamal saat ditemui di Jamal Farm, Minggu (16/8/2026).

"Tagline kami olah limbah jadi rupiah, olah limbah jadi berkah. Jadi tumpukan-tumpukan sampah galon itu bisa digunakan untuk membudidayakan nanas jumbo," sambungnya.