Peristiwa itu terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.40 waktu setempat. Saat itu, Willy bersama petugas lainnya sedang keluar kantor untuk membagikan bibit dan anakan babi kepada masyarakat.
"Kejadian yang pasti saya tidak di lokasi, yang pasti kasus ini masih dalam penyelidikan oleh polisi disitu. Dari cerita yang beredar pas jam 15.40 waktu setempat mereka dicegat di jalan dia mobil itu," ujarnya.
Ada dua mobil yang membawa petugas dari pertanian dan peternakan. Kedua petugas tersebut berkantor di tempat yang sama, yakni Kantor Bupati.
"Dari dua mobil itu terisi petugas dari pertanian dan peternakan, kebetulan mereka satu kantor, yang berkantor di Kantor Bupati, mereka keluar untuk bagi-bagi bibit dan anakkan babi untuk masyarakat," katanya.
Total ada 11 orang dalam dua mobil tersebut. Saat dicegat, mereka kemudian dipisahkan tim redaksi orang lokal dan pendatang. Willy termasuk dalam kelompok yang dipisahkan tersebut.
"Jadi mereka dicegat jadi dari 11 orang yang di dalam mobil mereka di taro terpisah orang lokal dan orang pendataan termasuk adik ini. Setelah di pisah baru di lakukan (tembak)," ungkapnya.