Kudeta terhadap pemimpin ngaco dilakukan dengan cara mengepungnya. Dalam situasi terdesak, Sulaiman palsu yang masih mengenakan cincin tanda raja terbang seperti burung. Dia terbang ke arah laut.
Di laut, dari atas ketinggian, cincin itu dijatuhkan lalu disantap makhluk laut. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Sulaiman AS untuk mendapatkan kembali cincinnya. Sebab, hanya dengan cincin itu dia bisa kembali dikenali sebagai raja.
Sulaiman mencari cincin itu hingga jauh. Dalam menghadapi ujian dari Allah SWT itu, Sulaiman hanyalah manusia biasa, setara dengan rakyat lainnya. Bahkan, ketika dia sampai di bibir laut, dia disangsikan rakyatnya sendiri.
Kepada nelayan yang baru datang dari memancing, Sulaiman memperkenalkan diri sebagai Sulaiman Sang Raja. Alih-alih disambut ramah, Sulaiman malah kena pukul karena dianggap mengaku-aku sebagai raja.
Pukulan nelayan itu tidak main-main karena menyebabkan Sulaiman berdarah. Selain dipukul, Sulaiman dilempari dua ikan busuk.
Sulaiman tidak marah. Dia memendam luka sendirian, dia menyadari ini semua ujian Allah SWT. Dia ambil dua ikan busuk itu lalu berjalan ke dekat air. Dia bersihkan lukanya sendiri, lalu membersihkan ikan itu dengan membelah perutnya.
Pada salah satu dari dua ikan busuk itu, cincin tanda raja dia temukan kembali. Dia memakainya. Setelah itu, Allah SWT mengembalikan kekuasaan yang sempat hilang 40 hari kepadanya. Nelayan tadi, setelah benar-benar tahu itu Sulaiman, akhirnya meminta maaf. Sulaiman yang adil dan bijaksana memaafkannya.
Dengan hadirnya dia kembali di singgasana, dengan pertobatan yang telah dipersembahkannya kepada Allah SWT, dia kembali memimpin dengan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.