NADIKABAR.COM — Kehidupan Rasulullah SAW di Madinah diwarnai lika-liku dan ujian berat. Salah satu peristiwa yang sarat akan pelajaran keimanan adalah rencana jahat kaum Yahudi Bani Nadhir yang hendak membunuh Rasulullah SAW.
Peristiwa itu terjadi pada Rabiul Awal tahun ke-4 Hijriah. Kisah ini meninggalkan banyak hikmah yang dapat diteladani oleh umat Islam.
Dikisahkan dalam buku 40 Kisah Akhir Hidup Kezaliman Makhluk-makhluk Allah oleh Kaserun AS Rahman, rencana ini bermula ketika Rasulullah SAW mendatangi perkampungan Yahudi Bani Nadhir untuk meminta mereka membayar diyat (tebusan) berkaitan dengan Ammar bin Umaiyah adl-Dlamri yang telah membunuh dua orang dari kabilah Bani Kilab. Ketika Rasulullah SAW menyampaikan niatnya kepada Bani Nadhir, mereka menyatakan kesanggupan untuk membayar tebusan tersebut.
Kala mereka meminta agar Rasulullah SAW menunggu di sebuah rumah, para Yahudi Bani Nadhir berencana membunuh Rasulullah SAW. Salah seorang tokoh Bani Nadhir, Hayyu bin Akhtab, mengarahkan kaumnya untuk menimpakan batu besar dari atap rumah kepada Rasulullah SAW yang sedang duduk beristirahat di bawah rumah tersebut.
Atas arahan ini, seorang laki-laki bernama Amru bin Jahsy menyatakan sanggup untuk mengeksekusi rencana tersebut meski beberapa orang dari kelompoknya keberatan akan hal itu. Salah satu sahabatnya, Salam bin Misykam, sempat memberi peringatan kepada Amru bin Jahsy, "Jangan kau lakukan pekerjaan ini, karena Muhammad pasti akan mengetahui. Di samping itu, rencana ini sudah melanggar perjanjian di tim redaksi kita dan dia." Namun, peringatan ini dianggap angin lalu semata.
Sebelum rencana jahat Bani Nadhir terlaksana, Allah SWT telah lebih dulu memerintahkan Malaikat Jibril untuk memberi tahu Rasulullah SAW. Tatkala Malaikat Jibril menyampaikan rencana Bani Nadhir, Rasulullah SAW segera bangkit meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke Madinah.
Setibanya di Madinah, Rasulullah SAW mendapat banyak pertanyaan alasan kepulangannya, padahal urusan bersama kaum Yahudi belum tuntas. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan rencana jahat Bani Nadhir itu yang dikabarkan Jibril.
Sehari setelah kembali ke Madinah, Rasulullah SAW mengutus Muhammad bin Maslamah untuk memberi tahu Bani Nadhir bahwa mereka tidak layak tinggal di Madinah. Hal ini karena mereka telah melanggar perjanjian damai, tidak berniat membayar pajak yang disepakati, hingga merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW dengan keji.