هُوَ الَّذِيْٓ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِۗ مَا ظَنَنْتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْا وَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَۙ فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ

Artinya: "Dialah yang mengeluarkan orang-orang yang kufur di tim redaksi Ahlulkitab (Yahudi Bani Nadhir) dari kampung halaman mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar. Mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat menjaganya dari (azab) Allah. Maka, (azab) Allah datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Dia menanamkan rasa takut di dalam hati mereka sehingga mereka menghancurkan rumah-rumahnya dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."

Melalui ayat ini, Allah SWT hendak memperingatkan setiap hamba-Nya untuk mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Berikut adalah beberapa hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Bani Nadhir:

Peristiwa ini dipicu pengkhianatan Bani Nadhir terhadap perjanjian mereka dengan Rasulullah SAW yang menghantarkan pada kehancurannya sendiri. Bentuk pelanggaran Bani Nadhir berupa merencanakan pembunuhan Rasulullah SAW, tidak membayar diyat, dan bersekutu dengan orang munafik.

Kisah Allah SAW mengutus Malaikat Jibril untuk memberi tahu Rasulullah SAW mengenai rencana pembunuhan dari Bani Nadhir dan kemenangan pasukan muslim atas pengepungan Bani Nadhir menjadi pertanda bahwa Allah SWT senantiasa mencurahkan pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang benar.

Sikap Rasulullah SAW yang memberikan perintah agar Bani Nadhir meninggalkan Madinah merupakan salah satu upaya penegakan keadilan atas berbagai pelanggaran yang telah dilakukan Bani Nadhir.

Pengkhianatan yang dilakukan orang munafik terhadap Bani Nadhir menunjukkan bahwa tipu muslihat akan mendatangkan seseorang pada kehancuran.