Ia mengaku mendapat informasi bahwa GIC menekan MSCI agar menurunkan status pasar modal Indonesia dengan tujuan membuat pasar panik hingga investor asing bisa kembali membeli saham Indonesia dengan harga murah.

"Apakah Indonesia menerapkan capital control? Sama sekali tidak. Lalu, kenapa Singapura lewat institusi raksasa mereka seperti Temasek dan GIC yang punya pengaruh besar di MSCI begitu ngotot menekan Indonesia? Bahkan saya dapat kabar langsung di dalam, Rachel Goh di GIC yang marah-marah dan menekan MSCI supaya peringkat Indonesia diturunkan," ujar Lutfi dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (20/10).

Di sisi lain, pihak MSCI menyampaikan bahwa keputusan terkait indeks yang mereka buat mengikuti metodologi yang transparan dan berbasis aturan. Pihaknya menerima masukan pasar hingga 30 April 2027 dan akan mengumumkan keputusannya paling lambat 30 Juni.

"MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia serta berinteraksi dengan para pelaku pasar dan otoritas," ujarnya.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal juga menyebut tudingan bahwa Singapura melakukan konspirasi untuk menjatuhkan ekonomi Indonesia melalui MSCI tidak masuk akal.