NADIKABAR.COM — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Sabtu, memfasilitasi penanganan dan pemulangan Bachtiar, nelayan asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang sempat hanyut hingga ke perairan Pulau Tioman, Pahang, Malaysia.

KJRI Johor dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Sabtu, menyampaikan kapal yang ditumpangi Bachtiar sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Menindaklanjuti laporan kehilangan dari otoritas terkait di Indonesia, KJRI Johor Bahru berkoordinasi dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Negeri Pahang untuk proses pencarian dan penyelamatan.

Korban akhirnya ditemukan di perairan Pulau Tioman, Malaysia, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Korban dan kapalnya hanyut karena kehabisan bahan bakar serta perbekalan.

Setelah dievakuasi, korban menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan bantuan akomodasi sementara dan logistik.

Pelaksana Fungsi Konsuler 3 KJRI Johor Bahru Dhania Afini Lestari menyampaikan proses pemulangan dilakukan pada Sabtu.

"Korban diantar oleh pihak APMM Negeri Pahang menuju perbatasan laut Malaysia-Indonesia, untuk diserahterimakan kepada otoritas perbatasan Indonesia," ujar Dhania Afini.

KJRI Johor Bahru menyampaikan apresiasi kepada APMM Negeri Pahang atas koordinasi dan bantuan yang diberikan selama proses pencarian hingga pemulangan.

KJRI juga mengimbau para nelayan untuk memastikan kelayakan kapal, kecukupan bahan bakar dan logistik, serta kelengkapan alat navigasi dan komunikasi sebelum melaut guna mencegah insiden serupa.