Armada ini mencakup kapal 30 GT hingga kapal skala industri untuk beroperasi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan laut lepas.

Meski demikian, Didit menekankan bahwa penambahan armada harus dibarengi dengan transformasi ekosistem perikanan secara menyeluruh.

Ia menyebutkan penguatan industri pendukung, peningkatan kompetensi awak kapal, penyiapan rantai pasok komponen seperti mesin dan suku cadang, hingga penyediaan sarana pendingin seperti pabrik es dan cold storage menjadi syarat mutlak.