NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menegaskan dukungannya terhadap program Ambassador's Fund for Cultural Preservation (AFCP) AS untuk memperkuat pelestarian warisan budaya bawah laut, termasuk situs bersejarah bangkai kapal USS Houston di Selat Sunda.

Bangkai eks-USS Houston merupakan situs makam perang Perang Dunia II sekaligus tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 650 pelaut dan personel Korps Marinir AS.

"Dengan berpartisipasi dan mendukung AFCP, kami tidak hanya melindungi sejarah, kami juga menghormati jiwa yang berani yang berada di sana dan memastikan sejarah kami terlindungi," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta pada acara peluncuran USS Houston Shipwreck Preservation Project di Jakarta pada Rabu.

Proyek dua tahun tersebut akan berfokus pada perlindungan dan pelestarian bangkai kapal USS Houston sebagai bagian penting dari sejarah bersama AS dan Indonesia pada masa Perang Dunia II.

I Nyoman mengatakan inisiatif tersebut sekaligus bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat lokal dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya melindungi warisan budaya bawah laut.

Menurutnya, upaya pelestarian tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan dialog internasional yang kuat, kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dan keterlibatan masyarakat.

I Nyoman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah AS, program AFCP, serta seluruh mitra yang terlibat dalam peluncuran proyek penting tersebut.

"Semoga kolaborasi ini dapat menginspirasi upaya bersama di masa mendatang untuk melindungi warisan laut yang kita miliki bersama," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa KKP akan mengelar The Asia-Pacific Conference on Maritime & Underwater Cultural Heritage (APCONF 2026) di Denpasar, Bali pada 28–31 Oktober 2026.

Acara yang akan dihadiri lebih dari 500 partisipasi, delegasi, pembuat kebijakan, akademis, dan pemimpin industri dari 40 lebih negara itu akan menjadi ruang temu kawasan Asia-Pasifik untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam pelestarian warisan budaya maritim dan bawah air.