NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna menjamin mutu dan keamanan produk perikanan yang beredar di masyarakat, termasuk yang disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ishartini mengatakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Senin (5/10) tersebut menjadi landasan hukum bagi unit pelaksana teknis (UPT) di daerah dalam memformulasikan pengawasan pangan segar asal ikan secara lebih sistematis.
"PKS menjadi landasan hukum bagi UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia untuk bekerja bersama BPOM di daerah dalam mendukung program-program pemerintah," ujar Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis.
Ruang lingkup kerja sama KKP dan BPOM mencakup pengawasan bersama pada proses produksi dan peredaran pangan hasil perikanan, pengujian laboratorium, serta pendampingan bagi pelaku usaha untuk memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.
Selain itu, kedua lembaga juga berkolaborasi dalam pertukaran data dan informasi, pelaksanaan diseminasi serta edukasi publik secara bersama, hingga pemberian dukungan perluasan akses pasar bagi produk pangan berbasis hasil perikanan.
Melalui kerja sama ini, sebanyak 46 UPT Badan Mutu KKP dan 83 UPT BPOM di seluruh Indonesia akan berkolaborasi menjalankan inspeksi bersama ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) maupun rantai pemasok.
Sinergi juga mencakup percepatan penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) untuk mendukung program MBG, serta pemberian edukasi mengenai sanitasi, higienitas, dan tata cara penanganan ikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain mengamankan rantai pasok pasokan MBG dari hulu ke hilir, kerja sama ini juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perikanan agar mampu menembus pasar ekspor.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan sumber protein ikan dalam program MBG.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan ikan menjadi salah satu sumber protein yang didorong untuk masuk dalam menu MBG sehingga pihaknya siap menjadi offtaker atau penyerap dan pembeli hasil perikanan.
Menindaklanjuti kesiapan BGN, KKP akan menyelaraskan perencanaan produksi ikan dengan estimasi kebutuhan MBG, sekaligus memfasilitasi penyerapan hasil perikanan budi daya.