NADIKABAR.COM β Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan simulator penangkapan ikan sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan untuk mendukung peningkatan keterampilan awak kapal perikanan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, mengatakan pemanfaatan simulator menjadi bagian dari transformasi sistem pelatihan dan sertifikasi awak kapal perikanan.
Menurut dia, simulator memberikan kesempatan kepada peserta untuk berlatih menghadapi berbagai kondisi operasi kapal, termasuk situasi navigasi dan kondisi darurat, tanpa harus selalu bergantung pada ketersediaan kapal latih.
Ia menambahkan simulator memungkinkan peserta melakukan latihan secara berulang dengan berbagai skenario, sementara hasil latihan dapat dievaluasi secara lebih terukur.
Ia mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut juga mendukung implementasi Amandemen Komprehensif International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel (STCW-F) 2024 yang memperbarui standar kompetensi awak kapal penangkap ikan.
Di tingkat nasional, penguatan sistem sertifikasi didukung Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Pengawakan Kapal Perikanan, Pendidikan dan Pelatihan, Ujian, dan Sertifikasi Awak Kapal Perikanan.
KKP juga mempercepat sertifikasi awak kapal perikanan, khususnya untuk kapal berukuran di atas 300 GT, melalui pelatihan dan pengujian Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan (ANKAPIN) serta Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan (ATKAPIN).
Nyoman mengatakan KKP selanjutnya mendorong pemanfaatan simulator secara terintegrasi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Kelautan dan Perikanan serta Politeknik Kelautan dan Perikanan di seluruh Indonesia.
βYang kita bangun bukan hanya simulator, tetapi ekosistem pelatihan dan sertifikasi yang modern, terstandar, dan mampu menjawab kebutuhan sektor perikanan tangkap,β katanya.
Integrasi tersebut juga diarahkan untuk membangun bank skenario latihan yang terstandar serta sistem monitoring dan evaluasi secara terpusat sehingga peserta dari berbagai wilayah memperoleh tolok ukur kompetensi yang seragam.