Baginya, kearifan lokal seperti sasi, Panglima Laot, dan awig-awig, adalah contoh landasan pengelolaan laut yang bertanggung jawab yang harus terus dirawat. KKP sendiri menjaga ekosistem laut mengedepankan kebijakan-kebijakan ekonomi biru yang memadukan pendekatan berbasis lingkungan dan ekonomi.

Sementara itu, Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta menyampaikan, warisan maritim mencerminkan pengetahuan, tradisi, identitas, dan hubungan abadi antara manusia dan lingkungan perairan dari generasi ke generasi.

Melalui kolaborasi, pihaknya berharap dapat melindungi warisan yang unik dan terbatas ini sekaligus mendukung mata pencaharian berkelanjutan dan mengamankan masa depan lautan.

Forum ini turut menandai tonggak sejarah peringatan 15 tahun APCONF atau disebut Crystal Anniversary. APCONF bermula di Manila, Filipina, pada 2011.

Pada penyelenggaraan kali ini dihadirkan pula para ketua terdahulu dan para pendiri dari Manila, Hawaii, Hong Kong, Taiwan, Korea, dan Indonesia.