Program ini nantinya mencakup pembangunan fasilitas, pelatihan operator, penyediaan benih dan pakan, serta pendampingan pada tahap awal operasional. Penyuluh perikanan KKP juga akan mendampingi pengelola untuk memperkuat kemampuan teknis dan pengelolaan usaha agar produksi dapat berlanjut secara mandiri.
"Jadi kita dampingi sampai satu kali operasional. Setelah itu harapannya sudah bisa mandiri, jalan sendiri," tambah Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu.
Kesiapan lahan juga menjadi perhatian utama dalam sosialisasi. Tebe menegaskan bahwa lokasi harus memiliki status yang jelas, bebas konflik, dan memenuhi persyaratan program. Kelayakan teknis, akses menuju lokasi, serta ketersediaan listrik perlu dipastikan agar kegiatan budi daya dapat berjalan dengan baik.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Adi Bayu Kristanto menyatakan siap membantu percepatan administrasi pemanfaatan tanah kalurahan untuk pelaksanaan program budi daya ikan tematik.