Ia juga menyoroti kondisi sejumlah pelabuhan dan kawasan industri perkapalan di wilayah pesisir, termasuk Pantai Utara (Pantura) Jawa, yang dinilai masih menghadapi persoalan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan.
βBahkan pembuangan oli dan pembersihan tangki masih dilakukan sembarangan ke laut karena belum dilengkapi fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),β katanya.
Didit menegaskan program modernisasi tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik kapal, tetapi juga harus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung dan peningkatan kesejahteraan nelayan.
Menurut dia, pengadaan armada baru harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, termasuk melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan nelayan, termasuk perbaikan Nilai Tukar Nelayan (NTN).