NADIKABAR.COM β Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggelar pelatihan penanganan dan pendataan mamalia laut di Kupang, untuk memperkuat perlindungan mamalia laut di kawasan konservasi perairan.
Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan KKP Joni Haryadi di Kupang, Kamis, mengatakan penanganan mamalia laut yang dilindungi membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan prosedur teknis yang tepat agar keselamatan satwa maupun petugas tetap terjaga.
βPenanganan biota perairan yang dilindungi membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman prosedur yang tepat. Melalui pelatihan dan uji coba modul ini, kami berharap peserta mampu menerapkan materi yang dipelajari sekaligus memperkuat koordinasi dalam penanganan kejadian cetacea,β katanya.
Dia menjelaskan pelatihan dan uji coba modul penanganan biota perairan yang dilindungi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi, memantau, menangani dan mendata cetacea, termasuk paus dan lumba-lumba yang terdampar dalam kondisi hidup maupun mati.
Kegiatan itu sekaligus menguji penerapan modul pelatihan yang disusun bersama KKP, YKAN, BRIN dan mitra konservasi untuk menjadi acuan bagi petugas dan pihak terkait ketika menghadapi kejadian di lapangan.
Lebih lanjut kata dia, Penguatan kapasitas tersebut penting bagi pengelolaan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu yang memiliki luas sekitar 3,35 juta hektare.