"Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri," ujarnya.
Sementara itu, perempuan bernama Sari Putri juga meminta maaf terkait polemik penggunaan almamater mahasiswa berlogo Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam acara tersebut.
"Pada kesempatan kali ini, atas nama saya Sari Putri, saya memohon maaf kepada seluruh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) atas polemik yang terjadi terkait penggunaan almamater berlogo lama BSI dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI," kata Sari dalam video yang diunggah di akun Instagram @kbm_ubsi.dws, seperti dikutip Minggu (1/11).
Sari menegaskan bahwa dirinya bukan mahasiswa aktif UBSI. Ia juga menyebut almamater yang digunakan merupakan pemberian dari seseorang yang tidak ia kenal.
"Dengan ini, saya menegaskan bahwa saya bukan mahasiswa aktif UBSI. Almamater yang saya gunakan merupakan pemberian dari seseorang yang tidak saya kenal dan bukan merupakan identitas resmi saya sebagai mahasiswa UBSI," tutur dia.