NADIKABAR.COM — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan mempersiapkan kebijakan terkait kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aksi konservasi dan dirasakan oleh masyarakat di tingkat tapak.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Noer Adi Wardojo dalam diskusi di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa pihaknya sudah membentuk satuan tugas untuk persiapan pengembangan skema kredit keanekaragaman hayati di Indonesia, menyiapkan payung kebijakan yang akan digunakan oleh seluruh kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan lain.
"Seperti juga dengan carbon credit, Menteri LH itu mencanangkan kebijakan, supaya benefit dari pelaksanaan carbon credit atau biodiversity credit, itu betulan maksimal bisa dimanfaatkan oleh para masyarakatnya. Di tingkat tapaknya dan benar-benar itu dimanfaatkan untuk penguatan konservasi biodiversity-nya," kata Noer Adi.