NADIKABAR.COM — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) di Antalya, Turki, sebagai pusat diplomasi lunak, sarana aksi perubahan iklim, penjajakan sumber daya, serta platform kolaborasi global.

"Paviliun Indonesia dirancang untuk menampilkan langkah nyata dan aksi kolaboratif kita dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global," kataMenteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat dalam acara Media Briefing on Indonesia Road to COP 31 di Jakarta, Rabu.

Paviliun Indonesia tahun ini mengusung tema resmi Indonesia as the House of Climate Solutions: Strengthening Climate Resilience through Collaborative Action and a Strategic Net-Zero Pathway atau Indonesia sebagai Rumah Solusi Iklim: Memperkuat Ketahanan Iklim melalui Tindakan Kolaboratif dan Jalur Nol Emisi Strategis.

Dalam perhelatan tersebut, Paviliun Indonesia akan menggelar lima aktivitas utama yang meliputi sesi dialog, pertemuan bilateral beserta penandatanganan nota kesepahaman (MoU), koneksi karbon, pameran digital, serta program siniar.

Seluruh kegiatan dialog tersebut akan berfokus pada lima topik utama, yakni transisi energi bersih dan industrialisasi hijau, sinergi berbasis alam (Rio synergy), kota berketahanan iklim dan bebas sampah (zero waste), pendanaan iklim dan pasar karbon, serta keadilan iklim dan masyarakat inklusif.

"Total keseluruhan sesi dialog dijadwalkan sebanyak 67 sesi, yang dimulai dari pembukaan pada 8 November hingga penutupan pada 20 November 2026," kata Jumhur.

Dia menekankan bahwa sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dan pengurangan jejak karbon, delegasi Indonesia juga telah mengambil inisiatif penanaman pohon untuk mengimbangi (offset) emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari perjalanan udara para delegasi.

Adapun sebanyak 2.000 bibit mangrove telah ditanam secara seremonial pada 30 Oktober 2026 di kawasan Hutan Mangrove Angke Kapuk, Jakarta, yang kemudian akan disusul dengan penanaman tambahan 2.000 pohon di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kereumbi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat bekerja sama dengan Wanadri organisasi penempuh rimba dan pendaki gunung.

Selain itu, peserta yang tidak dapat hadir langsung dalam aksi penanaman pohon diberikan opsi untuk berkontribusi melalui pembelian unit karbon di platform seperti Mandiri Green Living guna mengimbangi estimasi emisi perjalanan masing-masing.

"Sebagai tambahan, setiap peserta internasional yang terdaftar pada sesi Paviliun Indonesia juga akan dikompensasi secara otomatis melalui penanaman satu pohon untuk setiap peserta," kata dia.