2. Kecepatan mobil bus sesaat sebelum tabrakan sekitar 60 km/jam saat menghindari delaminasi pada jalan;
3. Kelelahan pengemudi: Sistem pergantian awak hanya dilakukan bila merasa lelah/mengantuk, bukan berdasarkan jadwal yang disusun sesuai aturan waktu istirahat pengemudi;
4. Beberapa delaminasi di permukaan jalan.
Kombinasi dari dua hazard yang serius, antara lain:
Manuver berulang untuk menghindari delaminasi tanpa pengereman dalam kecepatan sekitar 60 km/jam, sehingga pada manuver ketiga bus masuk ke jalur lawan. Kondisi Prasarana Jalan: Beberapa delaminasi aspal di ruas jalan di sekitar titik terjadinya tabrakan
Bus membawa muatan barang di kabin penumpang yang terdiri dari sepeda motor, kayu mebel, buah-buahan. Barang-barang itu tidak ditata dengan semestinya sehingga menghalangi pintu evakuasi dan memperparah dampak pasca-tabrakan.
Mobil tangki membawa muatan berbahaya berupa ±8.000 liter crude oil sehingga akibat benturan segera memicu ledakan dan kebakaran besar.