NADIKABAR.COM β Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat membantu mengurangi ketergantungan nelayan kecil terhadap tengkulak dalam memenuhi kebutuhan modal operasional melaut.
Ketua KNTI Dani Setiawan mengatakan akses pembiayaan dengan bunga rendah dibutuhkan nelayan untuk membiayai kebutuhan melaut, termasuk pembelian bahan bakar minyak (BBM), serta mendukung perawatan kapal dan pengadaan alat tangkap.
βBanyak juga nelayan kecil kita yang terjebak utang kepada tengkulak, oleh pengepul. Jadi, penyediaan kebutuhan melaut itu disediakan oleh tengkulak dengan jaminan penjualan hasil tangkapan. Kalau itu bisa kita selesaikan, kan sebenarnya ada satu soal yang bisa membantu ya,β ujarnya kepada NadiKabar di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kemudahan akses KUR dapat memberikan alternatif pembiayaan bagi nelayan sehingga mereka memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha. Dengan demikian, pembiayaan yang terjangkau diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi nelayan kecil.
Selain untuk kebutuhan operasional, modal juga diperlukan untuk memperbaiki perahu, mulai dari perawatan badan kapal dan pengecatan hingga perbaikan mesin. Nelayan juga membutuhkan pembiayaan untuk pengadaan alat tangkap serta pembuatan rumpon atau sarana untuk menarik dan mengumpulkan ikan.