β€œMasalah terbesar yang dihadapi nelayan kecil adalah infrastruktur rantai dingin itu sendiri, baik ketersediaan maupun keterjangkauannya. Pembangunan infrastruktur ini pun tidak dapat berdiri sendiri. Ia harus dibarengi dengan ketersediaan pasokan listrik dan energi, pasokan bahan bakar, serta infrastruktur pelabuhan perikanan yang memadai,” kata Dani.

Ia mengatakan ekosistem tersebut mencakup ketersediaan es, listrik dan energi, bahan bakar, transportasi, infrastruktur pelabuhan, hingga akses pasar. Penguatan kelembagaan ekonomi nelayan seperti koperasi juga dinilai penting agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dia menilai rantai dingin yang terintegrasi pada akhirnya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya nelayan skala kecil, melalui terjaganya kualitas hasil tangkapan, distribusi yang lebih baik, dan penguatan nilai ekonomi produk perikanan.

Penguatan infrastruktur rantai dingin juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing hasil produksi perikanan Indonesia yang disebut mencapai 12,66 juta ton, dan memperluas manfaat ekonomi sektor tersebut bagi masyarakat pesisir.