NADIKABAR.COM — Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura membutuhkan tambahan kapal patroli untuk memperkuat pengamanan perairan perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG) karena rawan penyelundupan barang ilegal, terutama ganja.
Komandan Kodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto di Jayapura, Selasa, mengatakan tambahan armada yang dibutuhkan terutama kapal berukuran kecil dengan mesin bertenaga besar agar mampu bermanuver di perairan dangkal.
"Perairan sekitar perbatasan RI-PNG memang rawan penyelundupan karena membawa berbagai barang ilegal dari Papua Nugini, terutama narkotika jenis ganja," katanya.
Menurut Sugianto, karakteristik perairan perbatasan membutuhkan kapal patroli yang memiliki kemampuan manuver tinggi untuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui kapal berukuran besar.
Ia mengatakan Kodaeral X secara rutin melaksanakan patroli untuk mengantisipasi penyelundupan melalui jalur laut di kawasan perbatasan kedua negara.
Masyarakat diimbau melaporkan aktivitas mencurigakan, termasuk pergerakan kapal motor yang diduga membawa barang ilegal dari Papua Nugini menuju Jayapura maupun sebaliknya.
"Kami berharap masyarakat tidak ragu-ragu untuk menginformasikan bila ada hal-hal yang mencurigakan mengingat dampaknya bagi generasi muda," ujarnya.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, personel Kodaeral X menggagalkan penyelundupan 14 kilogram ganja dari Papua Nugini melalui perairan Skouw Sae menuju Kota Jayapura.
Dalam pengungkapan tersebut, tujuh warga Papua Nugini menggunakan perahu motor bermesin 40 tenaga kuda (PK) dan melarikan diri ke perairan negaranya setelah membuang karung berisi ganja ke laut.
Petugas TNI AL berhasil mengamankan barang bukti ganja tersebut, tetapi tidak dapat menangkap para penyelundup karena keterbatasan kemampuan mesin perahu patroli yang saat itu hanya berkekuatan 15 PK.
Kodaeral X kemudian memperkuat pengamanan di Pos TNI AL Skouw Sae dengan menempatkan satu unit kapal patroli jenis Rigid Buoyancy Boat (RBB) bermesin ganda masing-masing 300 PK.
Selain kasus tersebut, Polresta Jayapura Kota mencatat penyitaan 26,7 kilogram ganja dan penangkapan 46 tersangka sepanjang Januari hingga September 2026.
Dari jumlah tersangka tersebut, enam orang merupakan warga negara asing (WNA) asal Papua Nugini.
Polisi menyebut ganja dari Papua Nugini diselundupkan ke wilayah Jayapura melalui jalur darat, termasuk jalan setapak di perbatasan, maupun melalui jalur laut.
Sugianto menjelaskan wilayah kerja Kodaeral X mencakup Provinsi Papua dan sebagian wilayah Provinsi Papua Tengah.
Dalam menjalankan tugas pengamanan, Kodaeral X membawahi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sarmi, Lanal Biak, dan Lanal Nabire, serta Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Skouw Sae di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.