Ia mengakui tantangan utama penyelenggaraan kompetisi tersebut adalah menjangkau komunitas esports yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Meski demikian, ia berharap kompetisi tersebut dapat mendorong lebih banyak komunitas untuk berpartisipasi, terlebih dengan dukungan TNI.

Canka juga menyampaikan bahwa PB ESI berencana mengakomodasi lebih banyak jenis permainan selain PUBG Mobile pada kompetisi mendatang, menyesuaikan dengan perkembangan komunitas game di Indonesia.

"Kita akan coba game-game lain selain PUBG, karena di Indonesia juga banyak game. Kita berencana mengakomodasi game-game lain selain PUBG,” ujar Canka.

Lebih lanjut, Canka mengatakan PB ESI membuka peluang untuk mengembangkan peserta berpotensi menjadi calon atlet esports melalui sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sehingga mereka dapat dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi.