Pemanfaatan AI juga dilakukan di bidang keamanan siber, antara lain untuk membantu analisis saat melakukan pengujian penetrasi atau penetration test terhadap sistem pelanggan.

Sementara, dalam proses internal, Trivena mengatakan AI dimanfaatkan antara lain pada proses rekrutmen dan bidang keuangan. Menurut dia, teknologi tersebut membantu mempercepat pekerjaan dan otomatisasi proses.

Astragraphia memiliki dua portofolio bisnis utama, yakni Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi.

Pada semester I 2026, perusahaan membukukan laba bersih konsolidasian Rp138 miliar, meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih pada periode tersebut mencapai Rp1,556 triliun atau tumbuh 2 persen secara tahunan.

Perusahaan menyebut pertumbuhan pendapatan dan laba bersih berasal dari segmen Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi, dengan percepatan digitalisasi proses bisnis menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja.

Trivena mengatakan perusahaan tidak memandang AI semata sebagai perkembangan teknologi, tetapi juga melihat penerapannya dari sisi keberlanjutan model bisnis.