"AI itu tidak hanya menjadi tren atau hype saja, tetapi kita juga harus mencari model bisnis dan menghasilkan sebuah bisnis yang memang ada recurring revenue-nya," tutur dia.
Dalam konteks ketenagakerjaan, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebelumnya mengatakan adopsi AI di dunia kerja perlu berorientasi pada manusia dan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional.
Menurut Yassierli, pemanfaatan AI tidak serta-merta berarti pengurangan tenaga kerja secara drastis. Pekerja disebut tetap perlu memperkuat keahlian di bidangnya sekaligus kemampuan memanfaatkan AI dalam pekerjaan.
Di sisi tata kelola, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan prinsip human centric dan human in the loop dalam pengembangan AI.
Dengan pendekatan tersebut, AI dapat mengambil alih tugas tertentu untuk meningkatkan efisiensi, tetapi keterlibatan manusia tetap diperlukan pada keputusan tertentu.
Nezar juga menekankan tata kelola AI perlu berjalan beriringan dengan keamanan siber.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 dan regulasi etika AI untuk membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab.