NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendesak raksasa platform game global, Roblox, untuk memperkuat kehadiran operasionalnya di Tanah Air dengan menempatkan jajaran pimpinan senior serta membuka kantor resmi di Jakarta. Langkah ini ditegaskan agar Indonesia tidak sekadar diposisikan sebagai pasar konsumen bagi perusahaan teknologi dunia.
Desakan tersebut diungkapkan dalam pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Co-Founder sekaligus CEO Roblox, David Baszucki, di Silicon Valley, Amerika Serikat.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa keterlibatan raksasa teknologi asing di Indonesia harus diimbangi dengan kontribusi nyata terhadap ekosistem digital nasional.
"Indonesia memiliki ekosistem digital yang terus berkembang. Karena itu, kami ingin perusahaan teknologi global tidak hanya hadir untuk melayani pasar, tetapi juga membangun kehadiran yang lebih nyata di Indonesia," ujar Edwin Hidayat Abdullah.
Selain mendorong ekspansi fisik dan pimpinan lokal, pertemuan di Silicon Valley tersebut juga berfokus pada kepatuhan Roblox terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa seluruh platform digital yang melayani masyarakat Indonesia wajib tunduk pada hukum nasional tanpa terkecuali.
"Roblox dan platform global lainnya memiliki ruang untuk berkembang di Indonesia, tetapi kehadiran tersebut berjalan bersama kewajiban memenuhi regulasi nasional. Ketentuan yang berlaku perlu diterapkan secara konsisten kepada seluruh platform," tegas Meutya, dalam keterangan resmi Komdigi. Pemerintah memang mengapresiasi sejumlah langkah proteksi yang telah diluncurkan Roblox, seperti teknologi perkiraan usia berbasis pemindaian wajah (facial age estimation), pembatasan fitur komunikasi anak, serta kehadiran Roblox Kids dan Roblox Select. Namun, Komdigi menilai verifikasi usia untuk pengguna di bawah 16 tahun masih harus ditingkatkan.
Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menambahkan bahwa aspek keamanan anak harus dirancang sejak awal pengembangan produk (safety-by-design), bukan sekadar penanganan reaktif setelah masalah timbul.
Implementasi safety-by-design pada Roblox mencakup:
Merespons desakan pemerintah Indonesia, Co-Founder sekaligus CEO Roblox David Baszucki menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus menyesuaikan platform dengan aturan hukum yang berlaku di Tanah Air.
"Kami terus menyesuaikan pengembangan produk agar dapat memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia," kata David Baszucki. Guna memastikan kepatuhan tersebut berjalan nyata, Komdigi mewajibkan Roblox menyampaikan laporan pelaksanaan PP TUNAS secara berkala dan terukur. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kepastian regulasi bagi industri sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi orang tua dan anak-anak di Indonesia.