Sementara itu, CVE-2026-109619 berkaitan dengan penggunaan referensi memori yang sudah tidak valid atau use-after-free. Kondisi ini dapat membuat proses PHP mengakses data memori yang seharusnya sudah dibebaskan, sehingga membuka peluang manipulasi alur eksekusi.
Risikonya tidak terbatas pada satu jenis aplikasi. Tim peneliti keamanan Wiz melaporkan demonstrasi eksploitasi tanpa autentikasi pada WordPress, Drupal, dan Joomla yang berjalan menggunakan PHP terdampak. Artinya, masalah ini berada pada mesin PHP itu sendiri, bukan semata-mata pada kelemahan kode aplikasi tertentu.
Kerentanan PHP2Shell dapat berdampak pada instalasi PHP yang melayani permintaan web, termasuk PHP-FPM, Apache dengan mod_php, php-cgi, FrankenPHP, dan LiteSpeed.
Server yang terhubung langsung ke internet menjadi prioritas penanganan karena dapat menerima permintaan dari pihak luar. Jika celah berhasil dieksploitasi, dampaknya berpotensi mencakup pengambilalihan sistem, pencurian informasi sensitif, hingga perubahan atau penghapusan data.
Ancaman tersebut juga tidak berarti seluruh situs berbasis PHP telah diretas. Status rentan menunjukkan adanya celah yang dapat dimanfaatkan, sedangkan keberhasilan serangan bergantung pada versi, konfigurasi, dan jalur pemrosesan yang tersedia.