Marroli juga mengingatkan perkembangan AI membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari informasi hingga mendukung pekerjaan dan kegiatan belajar. Namun, pengguna tetap perlu bersikap kritis terhadap jawaban yang dihasilkan chatbot.
Dia menjelaskan bahwa sistem AI menghasilkan jawaban berdasarkan pola yang dipelajari dan mekanisme pemrosesan bahasanya. Hal itu membuat jawaban chatbot tetap memiliki kemungkinan keliru sehingga perlu diperiksa melalui sumber lain.
"Namun kita juga tetap harus kritis bahwa AI juga menghasilkan jawaban itu juga berdasarkan pola," tuturnya.
Marroli menekankan pentingnya verifikasi informasi melalui sumber yang terpercaya, termasuk media online terverifikasi. Pengguna tidak seharusnya menerima jawaban AI tanpa memeriksa apakah informasi tersebut didukung sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.