"Tim lu lawan 10 orang aja gabisa menang kok ngarep masuk final 🤣 katanya punya pemain yang lebih bagus dari 10 pemain eropa 🤣 modal gocak gocek doang mah ga bikin menang 🤣," sindir @justh4v1ngfun.
"Ini orang amnesia kl ya, ya wajar sih abis kalah, ngomongnya ngaco, kl Indonesia banyak diuntungkan, pas laga lawan malaysia kmrn golnya hubner ga mungkin dianulir wasit dan Haye ga dikasih kartu merah, paham son!!!" kata @notmuskat.
"Salah sendiri lu main lawan Bangladesh cuma bisa golin 3, dan lawan Indonesia dg 10 pemain gak bisa golin. IG-nya minta di 'silaturami' netijen Indo nih orang 😂😂," canda @rezatalks.
Bukan hanya Bergson. Shaun, fan sepak bola asal Singapura yang aktif melalui akun X @sneakyshaunny, ikut menyoroti pertandingan Indonesia vs Bangladesh.
"Guys we have witnessed history today. First match in the history of football to have the extra time changed halfway through (Kawan-kawan, hari ini kita telah menyaksikan sejarah. Pertandingan pertama dalam sejarah sepak bola di mana aturan perpanjangan waktu diubah di tengah laga)," tulis Shaun sembari mengunggah video papan tambahan waktu pertandingan.
Dalam postingan lainnya, Shaun melontarkan tudingan jauh lebih keras. Ia menyebut laga Indonesia vs Bangladesh sebagai contoh pertandingan yang "corrupted" dan mempertanyakan perubahan tambahan waktu dari dua menjadi tujuh menit.
Shaun juga menyoroti gol Indonesia pada penghujung laga dan menyebut FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai "Mickey Mouse Cup". Namun, klaim mengenai adanya korupsi atau keterlibatan uang yang dilontarkannya tidak disertai bukti dalam postingan tersebut.