Karena itu, menurut dia, tantangan generasi muda bukan sekadar menghadapi AI, melainkan memastikan kompetensi mereka tetap relevan.

β€œDunia kerja berubah, dan karena itu kita harus berubah bersamanya,” tegasnya.

Ia menilai kemampuan manusia yang berkaitan dengan kreativitas, komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, empati, serta kemampuan memahami konteks akan semakin penting ketika pekerjaan rutin semakin banyak dibantu teknologi.

Endang juga mengajak para wisudawan untuk tidak melihat AI semata sebagai ancaman. Teknologi, menurutnya, harus dikuasai dan dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan manusia tanpa kehilangan rasa, empati, iman dan kemanusiaan.

β€œSemakin pintar teknologi, manusia harus semakin bijaksana,” katanya.