NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim meminta kepada lima Anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPP RRI terpilih periode 2026–2031 untuk memperkuat RRI sebagai media publik yang independen, kredibel, serta relevan terhadap perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.
Dia menilai tantangan Dewas ke depan tidak ringan karena RRI harus mampu bertransformasi menghadapi big data, kecerdasan buatan (AI), media sosial, perubahan perilaku audiens, hingga maraknya hoaks dan perang informasi, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga penyiaran publik (LPP).
"AI menjadi alat bantu, bukan pengganti jurnalisme dan tanggung jawab editorial,” kata Chusnunia di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, transformasi RRI tidak cukup hanya memindahkan konten radio ke platform digital. RRI harus mampu memanfaatkan big data dan AI untuk memahami kebutuhan publik dan meningkatkan kualitas layanan, tetapi tetap dengan batas etika, verifikasi, transparansi, dan kendali manusia.
Dia juga menilai RRI perlu memperkuat perannya di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Terlebih sebagai media publik, menurut dia, RRI memiliki posisi strategis untuk menghadirkan informasi yang terverifikasi dan menjadi rujukan masyarakat di tengah maraknya hoaks dan disinformasi di ruang digital.