“RRI harus kembali rujukan publik ketika masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan dapat dipercaya jangan sampai suara RRI justru tenggelam di tengah bisingnya ruang digital,” kata dia.
Selain itu, dia juga mendorong RRI melakukan inovasi format agar lebih dekat dengan generasi muda yang menginginkan konten cepat, visual, interaktif, dan mudah diakses melalui berbagai platform.
Menurut dia, karakter RRI sebagai media berbasis audio bukan hambatan, tetapi harus diterjemahkan ke dalam format digital yang lebih kreatif dan interaktif.
“RRI memiliki kekuatan pada suara, tetapi hari ini suara harus dikemas secara visual dan digital agar dapat menjangkau generasi baru tapi yang harus dipertahankan adalah kualitas jurnalistik dan nilai publiknya,” katanya.
Pada prinsipnya, dia meminta Dewas yang baru mampu menjaga independensi RRI, memperkuat tata kelola, mendorong transformasi digital, sekaligus memastikan RRI tetap berpihak pada kepentingan publik.