Ia menjelaskan kesepakatan itu diambil karena para wali murid tak mau mengambil risiko tinggi ketika kembali menerima MBG. Surya menilai kebijakan tersebut sangat wajar jika melihat situasi saat kejadian.
"Karena secara trauma anak-anak juga, orang tua murid juga memiliki kewajaran sangat tinggi karena tidak ada yang bisa menjamin berikutnya tidak akan ulang kejadian seperti itu," tegasnya.
Menurutnya, para wali murid juga telah bersepakat untuk tidak menerima tawaran pindah dapur. Pihaknya tak akan mengambil risiko tinggi jika MBG diberikan oleh dapur lain. Mereka tetap dengan kesimpulan pertemuan untuk menolak MBG dari mana pun dan menu apa pun.
"Artinya, tidak ada lagi MGB di SDN Beber. Itu sudah menjadi kesepakatan," imbuhnya.