Ia mengakui kesepakatan itu diambil tanpa sepengetahuan para guru di SDN Beber. Namun, ia melihat pihak sekolah akan ikut ketika hal itu menjadi kesepakatan komite dan wali murid.

"Dan ini tidak melibatkan pihak sekolah, ini adalah murni kemauan dari wali murid," bebernya.

Sebelumnya, sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga menjadi korban keracunan MBG. Sebagian besar siswa disebut telah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Jumlah tersebut merupakan data korban yang telah terdeteksi hingga saat ini. Para siswa sebelumnya dilarikan ke sejumlah puskesmas setelah mengalami keluhan seperti muntah-muntah dan pusing pada Jumat (11/9/2026).