Ia juga menyoroti dampak karhutla terhadap pendidikan, termasuk kegiatan belajar yang harus dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah wilayah.

"Ini hal yang serius, dampak karhutla ini terhadap kesehatan masyarakat. Kami terima aduan dan harus ada upaya pemulihan efektif. Mereka butuh akses ke pengobatan, kesehatan segala macam. Ini kan belum, harus dipikirkan, itu juga tidak boleh membebani masyarakat," ujar dia.

Selain pemulihan korban, Komnas HAM menekankan pentingnya pemulihan ekologi, terutama lahan gambut yang terbakar. Menurut Uli, pemulihan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan dampak langsung, tetapi juga harus memastikan lahan yang rusak dapat dipulihkan.

"Dan juga ada upaya pemulihan terhadap korban yang terdampak, kesehatan, pendidikan, dan juga pekerjaannya, dan juga pemulihan ekologi, seperti lahan gambut harus dipulihkan seperti sedia kala. Itu kan tidak mudah, lahan gambut butuh puluhan tahun untuk dipulihkan," kata Uli.

Ia mengingatkan perlindungan lahan gambut telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Kehutanan serta Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.