Ketua CSCP Indonesia Trisia Megawati Kusuma Dewi mengatakan CSCP merupakan pusat pemikiran dan wadah kolaborasi komunikasi keberlanjutan yang dikelola Asosiasi Komunikasi Keberlanjutan Indonesia (Askomki).
"Lembaga ini dibentuk untuk menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan masyarakat melalui komunikasi berbasis sains, terutama dalam isu lingkungan, sosial, tata kelola (ESG), risiko bencana, dan ketangguhan masyarakat," katanya.
Soegianto Soewandi dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), mengatakan pelestarian lingkungan kini tidak lagi sekadar kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada pengusaha, melainkan telah menjadi tuntutan publik, bahkan konsumen.
Perubahan tersebut menuntut dunia usaha lebih serius menjalankan praktik ramah lingkungan agar produknya diterima masyarakat.
"Dulu, kegiatan pelestarian lingkungan memang menjadi beban yang ditetapkan pemerintah, tetapi sekarang pasar sendiri yang menuntutnya," ujarnya.
Dalam situasi itu, isu lingkungan justru dapat menjadi nilai unggul yang membedakan sebuah perusahaan dari para pesaingnya.
Di sisi lain, tuntutan tersebut mendorong pengusaha untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk media, guna membangun merek produk yang ramah lingkungan.