Sementara itu, Rektor UPN Veteran Jakarta Anter Venus mengatakan mewujudkan lingkungan berkelanjutan masih kerap dipahami sebagai konsep abstrak yang sulit dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Karena itu, strategi komunikasi perlu disusun dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan tingkat pemahaman masyarakat," katanya.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi menyambut baik kehadiran CSCP Indonesia sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat komunikasi kebijakan kehutanan.
Ia berharap lembaga tersebut menjadi mitra strategis kementerian dalam mengembangkan kampanye publik berbasis bukti ilmiah yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurut dia, komunikasi yang akurat, terbuka, dan responsif terhadap aspirasi publik juga diperlukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Sedangkan, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo menilai komunikasi keberlanjutan berbasis ilmu pengetahuan penting untuk memperkuat pemahaman dan kepercayaan mitra internasional terhadap kebijakan serta praktik pembangunan Indonesia.
Pengalaman Indonesia dalam mengelola sumber daya alam dan melindungi keanekaragaman hayati, menurut dia, dapat menjadi modal untuk mengembangkan kerja sama dengan Amerika Serikat di bidang riset, pendidikan, teknologi, dan peningkatan kapasitas.