NADIKABAR.COM — Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja sebagai tuan rumah menghasilkan Rekomendasi Bali, yakni mendorong transformasi pendidikan dan penyempurnaan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

"Rekomendasi yang ditandatangani 12 rektor LPTK negeri tersebut merupakan sintesis pemikiran dari pelaksanaan konvensi dan diskusi kelompok terarah. Rumusan itu diharapkan ditindaklanjuti pemerintah sebagai masukan kebijakan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045," kata Rektor Undiksha yang juga Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKNI) Prof I Wayan Lasmawan di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.

Lasmawan menjelaskan Rekomendasi Bali menegaskan mandat transformasi pendidikan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) juga didorong melahirkan dan mendampingi guru yang kompeten, berintegritas, adaptif, terlindungi, dipercaya, serta layak diteladani.

Dokumen tersebut memuat sedikitnya 12 poin rekomendasi, termasuk peneguhan filosofi pendidikan berbasis Pancasila dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Penguatan karakter diarahkan melalui Tri Pusat Pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam peningkatan kemampuan dasar peserta didik, Konaspi XII merekomendasikan Gerakan Nasional Foundational Learning yang mengintegrasikan literasi, numerasi, sains, sains-teknologi-rekayasa-matematika (STEM), serta berpikir komputasional melalui pembelajaran mendalam.

Rekomendasi juga mencakup penyusunan Peta Jalan Nasional Peningkatan Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menuju 2045 dan revitalisasi LPTK sebagai penggerak transformasi ekosistem pendidikan.

Pada bidang pendidikan guru, forum tersebut mendorong reformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan membedakan pendekatan antara PPG Guru Tertentu dan PPG Calon Guru. Pengembangan profesi dan kesejahteraan guru sepanjang hayat turut menjadi perhatian.

"Perbaikan kurikulum sekolah yang adaptif dan transformasi kurikulum pendidikan tinggi berbasis capaian pembelajaran atau Outcome-Based Education (OBE) juga direkomendasikan, disertai percepatan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang berpusat pada manusia secara etis," kata dia.

Untuk memperkuat keberlanjutan kebijakan, 12 poin Rekomendasi Bali dikonsolidasikan menjadi empat agenda prioritas dalam Piagam Bali, yakni penguatan karakter dan filosofi pendidikan, peningkatan literasi-numerasi-sains, penguatan LPTK dan reformasi PPG, serta transformasi pendidikan yang etis, inklusif, dan berkelanjutan.

"Sebagai penopang agenda tersebut, Konaspi XII mendorong penyempurnaan RUU Sisdiknas agar selaras dengan kebutuhan transformasi pendidikan nasional serta menjamin pendidikan sebagai layanan publik yang inklusif, berkeadilan, bermutu, dan berkelanjutan," katanya.

"Penyempurnaan RUU Sisdiknas diharapkan memperkuat profesi guru, kedudukan LPTK, dan tata kelola pendidikan nasional, sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi landasan kebijakan yang berkesinambungan," kata Lasmawan.

Sebelumnya, dokumen rekomendasi tersebut diserahkan Ketua ALPTKNI Prof Dr I Wayan Lasmawan kepada Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) periode 2024–2026, Prof Eduart Wolok pada penutupan Konaspi XII, Sabtu (3/10).